Jumat, 15 Desember 2017
Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi
Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi: September,setiap orang pasti mempunyai cerita masing-masing di bulan "SEPTEMBER". Mungkin kisah klasik,atau kisah untuk menjadi k...
Saatnya Untuk Pergi
September,setiap orang pasti mempunyai cerita masing-masing di bulan "SEPTEMBER". Mungkin kisah klasik,atau kisah untuk menjadi kita lebih kuat dan tegar dan dibulan ini juga aku menyadari jangan pernah menyia-nyiakan orang. dan dibulan ini juga mulai belajar menghargai orang yang tulus meluangkan waktunya untuk sekedar sharing,atau apapun itu. tapi ternyata bulan September telah usai,artinya usai juga untuk memberikan semua perhatian,mungkin kasih sayang dan segalanya untuk orang yang tidak pernah menghargai. Ya "aku","aku" tidak pernah menghargai kehadiran sosok kamera itu. padahal ia?sangat tulus. tapi kini sudah usai. dan kini saat untuk kamera itu pergi dan hanya sebuah "kue bandung" yang mengisyaratkan kepergiaanya.
September,November,dan kini telah memasuki penghujung 2017,ya khayalanku masih saja sama dengan penghujung 2016 lalu,sosok kamera yang datang kembali dan memulai kembali kisah November.Dalam penghujung tahun 2016 tampaknya hanyalah impian dari "upik abu",hingga kini. Selamat Malam Tuan ,bolehkah aku malam ini berkhayal kembali untuk memulai kembali kisah romansa bersama Tuan? Semoga Allah "meng-aamiin-kan". Aku dan kau hanyalah tokoh dari skenario-Nya .
Tuan, apa kabar? Setiap kali kita berpapasan wajah muram yang kita perlihatkan. dibalik wajah muram,banyak rindu yang terpendam tuan,semoga kau merasakan. khayalanku terlalu tinggi tuan atau bahkan terlalu memaksa kehendak-Nya,untuk memulai kembali kisah romansa bersamamu.
Aku senang bisa berkenalan dengan mu tuan. terimakasi telah mengajariku secara tidak langsung dunia perkuliahan. Semoga kita dapat bertemu dalam kisah yang berbeda dan mungkin abadi. Selamat Malam Tuan,semoga malamu indah dengan objek kamera lainnya.
September,November,dan kini telah memasuki penghujung 2017,ya khayalanku masih saja sama dengan penghujung 2016 lalu,sosok kamera yang datang kembali dan memulai kembali kisah November.Dalam penghujung tahun 2016 tampaknya hanyalah impian dari "upik abu",hingga kini. Selamat Malam Tuan ,bolehkah aku malam ini berkhayal kembali untuk memulai kembali kisah romansa bersama Tuan? Semoga Allah "meng-aamiin-kan". Aku dan kau hanyalah tokoh dari skenario-Nya .
Tuan, apa kabar? Setiap kali kita berpapasan wajah muram yang kita perlihatkan. dibalik wajah muram,banyak rindu yang terpendam tuan,semoga kau merasakan. khayalanku terlalu tinggi tuan atau bahkan terlalu memaksa kehendak-Nya,untuk memulai kembali kisah romansa bersamamu.
Aku senang bisa berkenalan dengan mu tuan. terimakasi telah mengajariku secara tidak langsung dunia perkuliahan. Semoga kita dapat bertemu dalam kisah yang berbeda dan mungkin abadi. Selamat Malam Tuan,semoga malamu indah dengan objek kamera lainnya.
Desember,2017
Rindu Romansa November
Langganan:
Postingan (Atom)
Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi
Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi : September,setiap orang pasti mempunyai cerita masing-masing di bulan "SEPTEMBER". Mun...
-
Jam menunjukan pukul 23.00 dan biasanya handphone berbunyi ringtone yang selalu aku tunggu-tunggu. Oh rupanya kini telah berbeda,pukul 23.0...
-
M ahasiswa? Yash dulu semasa SMA mengira kuliah itu seasik seperti di ftv ftv. tetapi? semua itu berbanding terbalik 360...