Jam menunjukan
pukul 23.00 dan biasanya handphone berbunyi ringtone yang selalu aku
tunggu-tunggu. Oh rupanya kini telah berbeda,pukul 23.00 kini tak se-istimewa
dulu lagi “sosok kamera”itu tengah bergelut dengan kebisingan. Kamu tahu “kamera”, diam-diam
aku merindukanmu, , aku hanya
“setitik”dari penggalan kalimat,dan mungkin titik itu mudah saja untuk
dilupakan di setiap kalimat. Seperti halnya,kamu lupa pada perkataan yang aku yakini berbeda dengan “sosok kamera”
lainnya pada saat itu, tapi kenyataanya?.
kita mengakhir
dan menyambut hari dengan menceritakan segala gemelut aktivitas waktu itu
melalui telepon tapi kini? Semua berubah seiiring berjalannya waktu. Andai malam-malam itu
dapat terulang lagi,tapi rasanya sangat mustahil. Apa aku terlambat untuk
menyadari bahwa kalau sebernarnya “sosok kamera” itu memang berbeda dengan
“kamera”lainnya? Dan sampai saat ini kamu adalah orang yang tidak ku
duga-duga.”Hai,sosok kamera? Aku menyukai sifat dan sikap,semuanya tentang kamu
,dan diam-diam aku mulai menyukaimu, tapi mungkin semua kini telah
terlambat,kamu pergi dan meninggalkan dengan segudang teka-teki yang ku rasa
tak sanggup untuk memecahkan teka-teki itu. Dan aku terimakasih karena,kamu
telah membuat bulan Maret ini lebih berwarna,walaupun mendung kembali menyambut
bulan-bulan berikutnya
Rupanya
matahari tak henti-hentinya menggedor-gedor pintu kamarku,tak terasa semalam
berkeluh kesah tentang apa yang kini telah terjadi antara aku dan sosok kamera.
Dibalik matahari yang tengah menggedor-gedor pintu kamarku,aku mengecek layar
handphone aku, ah rupanya kini usang. Matahari yang dulu menyambut dengan
sepenggal kalimat melalui chat line tapi kini rupanya matahari hanya
menggedor-gedor saja,tak menyambut. Lucu memang rasanya,dulu seperti kilat,dengan
hitungan menit saja dengan sigap membawakan aku sarapan,tapi kini kilat hanya
membawa memori yang membawa sejuta rekaman kenangan dan penyesalan
Mungkin kita
boleh bersikap cuek,acuh,tapi ketahuilah sebenarnya ada sosok kamera yang
benar-benar kagum dengan objek,dan kini mungkin saja sosok kamera itu tengah
mencari objek lainnya,so sekarang kita kurangi bersikap cuek dan acuh,sebelum
sosok kamera lainnya menyerah dan mencari objek kamera laiinnya.
Baru sadar memang langka orang seperti “dia”.
Sukarta-"29 November 2016"
“R”INDU
“R”INDU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar