Kamis, 20 April 2017

Salam untuk "R"indu

Jam menunjukan pukul 23.00 dan biasanya handphone berbunyi ringtone yang selalu aku tunggu-tunggu. Oh rupanya kini telah berbeda,pukul 23.00 kini tak se-istimewa dulu lagi “sosok kamera”itu tengah bergelut dengan kebisingan. Kamu tahu “kamera”, diam-diam aku merindukanmu,  , aku hanya “setitik”dari penggalan kalimat,dan mungkin titik itu mudah saja untuk dilupakan di setiap kalimat. Seperti halnya,kamu lupa pada perkataan  yang aku yakini berbeda dengan “sosok kamera” lainnya pada saat itu, tapi kenyataanya?.
kita mengakhir dan menyambut hari dengan menceritakan segala gemelut aktivitas waktu itu melalui telepon tapi kini? Semua berubah seiiring berjalannya waktu. Andai malam-malam itu dapat terulang lagi,tapi rasanya sangat mustahil. Apa aku terlambat untuk menyadari bahwa kalau sebernarnya “sosok kamera” itu memang berbeda dengan “kamera”lainnya? Dan sampai saat ini kamu adalah orang yang tidak ku duga-duga.”Hai,sosok kamera? Aku menyukai sifat dan sikap,semuanya tentang kamu ,dan diam-diam aku mulai menyukaimu, tapi mungkin semua kini telah terlambat,kamu pergi dan meninggalkan dengan segudang teka-teki yang ku rasa tak sanggup untuk memecahkan teka-teki itu. Dan aku terimakasih karena,kamu telah membuat bulan Maret ini lebih berwarna,walaupun mendung kembali menyambut bulan-bulan berikutnya
Rupanya matahari tak henti-hentinya menggedor-gedor pintu kamarku,tak terasa semalam berkeluh kesah tentang apa yang kini telah terjadi antara aku dan sosok kamera. Dibalik matahari yang tengah menggedor-gedor pintu kamarku,aku mengecek layar handphone aku, ah rupanya kini usang. Matahari yang dulu menyambut dengan sepenggal kalimat melalui chat line tapi kini rupanya matahari hanya menggedor-gedor saja,tak menyambut. Lucu memang rasanya,dulu seperti kilat,dengan hitungan menit saja dengan sigap membawakan aku sarapan,tapi kini kilat hanya membawa memori yang membawa sejuta rekaman kenangan  dan penyesalan
Mungkin kita boleh bersikap cuek,acuh,tapi ketahuilah sebenarnya ada sosok kamera yang benar-benar kagum dengan objek,dan kini mungkin saja sosok kamera itu tengah mencari objek lainnya,so sekarang kita kurangi bersikap cuek dan acuh,sebelum sosok kamera lainnya menyerah dan mencari objek kamera laiinnya.
Baru sadar memang langka orang seperti “dia”.

Sukarta-"29 November 2016"
“R”INDU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi

Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi : September,setiap orang pasti mempunyai cerita masing-masing di bulan "SEPTEMBER". Mun...