Sinar surya matahari menyapa dengan sangat gembira dan terlihat sangat cerah, kebanyakan orang digunakan untuk beraktifitas mencuci maupun aktifitas lainnya,karena tidak seperti hari kemarin-kemarin yang selalu di guyur hujan hingga menjadi lautan plastik. Tetapi kenapa kali ini aku berbeda dengan kebanyakan orang yang terlihat mendung walaupun Sang surya sangat menyengat kulit. Mendung tadi malam masih terasa hingga siang ini. Dan tiba-tiba hujan turun membasahi pipi, masih teringat jelas baru kemarin “sosok kamera” yang di sanjung-sanjung dan diceritakan kepada teman-teman objeknya kini ntah kemana. Dulu walaupun mendung tetapi terasa sangat cerah bagai sang surya berada dibelakangnya mengikuti ku, tapi kini mendung yang mengikuti setiap saat.
Dan kini musim hujan , banyak yang mengatakan hujan banyak membawa sejuta kenangan yang sangat membekas, ya memang. Kita pernah menikmati begitu indah hujan yang turun sangat deras dan kita menikmati hujan itu dengan sederhana,sesederhana kamu memberikan “titik” diantara kita.
Tapi sekarang hujan yang aku rasakan tidak sesederhana dan se indah yang aku rasakan sore waktu itu, yang aku rasakan saat ini hujan sangat deras menggunyus punggungku hingga bajuku basah dan pipiku basah karena hujan atau karena “titik” yang kau buat waktu itu. Dulu ada penantian yang sangat berharga yang aku duga-duga dari sosok yang datangpun tak terduga-duga tapi kini, mendung selalu membuntuti ku setiap saat.
Semoga cerah kembali membuntuti ku ,dan mendung cepat-cepat berganti dengan cerahnya hari untuk menyambut segala impian dan cita-cita di kota yang dikenal dengan banyak kuliner ini. Dan semoga “sosok kamera” itu datang lagi dengan membawa kecerahan di kala mendung, dan tanpa meninggalkan mendung kembali itu kepada objeknya
Surakarta-16
February 2017
Mendung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar