Minggu, 11 Desember 2016

Teka-Teki yang tak berujung

                Kamera yang ku kira berbeda dengan kamera lainnya ternyata (hampir) sama dengan kamera lainnya. Aku masih bingung dengan rencana apa yang selanjutnya kamu  buat. Dan banyak sekali kode-kode yang kamu buat hingga objeknya merasa yakin dan entah harus berbuat apa untuk menanggapi itu semua.Hampir sebulan kita tak bertukar kabar, tak betukar pendapat, saling menceritakan unek-unek ,dan mungkin hanya untuk makan bareng. Walaupun tak bertukar kabar lewat media sosial tapi kita kita masih bisa saling sapa di kampus. Entah kenapa baru merasakan bahwa ada yang hilang yang biasa hanya menanyakan hal konyol tapi itu sangat-sangat bermakna.
           Dan sudah sebulan,entah nanti akhirnya kamu hanya memberikan kode-kode belaka,atau menjadikan kode tersebut menjadi sebuah cerita yang indah dan berbeda dengan kamera lainnya.Rindu jujur,iya aku rindu dengan lelucon yang biasa kita lontarkan,rindu yang sangat tebal antara rindu seorang ibu  dan sesosok kamera yang telah mengetuk pintu hatiku dan entah teka-teki apa yang akan kamu buat lagi. Aku hanya bisa menyampaikan rinduku kepadaNya untuk kedua orang tua dan kamu(kamera)yang telah mengetuk pintu hatiku. Semoga kamu selalu baik-baik saja,dan aku tunggu jawaban dari teka-teki mu dengan ridhoNya . Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi

Kagum dalam Keramaian: Saatnya Untuk Pergi : September,setiap orang pasti mempunyai cerita masing-masing di bulan "SEPTEMBER". Mun...